Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2013

Biografi Miriam Makeba





Miriam Makeba
Nama lahir
Zenzile Miriam Makeba
Nama lain
Mama Afrika
Pekerjaan
Penyanyi
Tahun aktif
1954-2008
Label
Manteca
RCA
Mercury Records
Kapp Records
Collectables
Suave Music
Warner Bros.
PolyGram
Drg
Stern's Africa
Kaz
Sonodisc
Situs web
Miriam Makeba (lahir di Kota Prospek, Johannesburg, Afrika Selatan, 4 Maret 1932 – meninggal di Castel Volturno, Italia, 10 November 2008 pada umur 76 tahun) adalahpenyanyi wanita dan aktivis hak-hak sipil berkebangsaan Afrika Selatan. Artis pemenang Grammy Award sering disebut sebagai Mama Afrika. Berkarier di dunia musik sejak tahun 1954 dan sampai kematiannya pada tahun 2008 akibat serangan jantung yang dideritanya.

Discografi

Album studio
·         Miriam Makeba: 1960 - RCA LSP2267
·         The Many Voices Of Miriam Makeba: 1960 - Kapp KL1274
·         The World Of Miriam Makeba: 1963 - RCA LSP2750
·         Makeba: 1964 - RCA LSP2845
·         Makeba Sings: 1965 - RCA LSP3321
·         An Evening With Belafonte/Makeba (dengan Harry Belafonte): 1965 - RCA LSP3420
·         The Magic of Makeba: 1965 - RCA LSP3512
·         The Magnificent Miriam Makeba: 1966 - Mercury 134016
·         All About Miriam: 1966 - Mercury 134029
·         Miriam Makeba In Concert!: 1967 - Reprise RS6253
·         Pata Pata: 1967 - Reprise RS6274
·         Makeba!: 1968 - Reprise RS6310
·         Live in Tokyo: 1968 - Reprise SJET8082
·         Keep Me In Mind: 1970 - Reprise RS6381
·         A Promise: 1974 - RCA YSPL1-544
·         Live In Conakry - Appel A L'Afriqu: 1974 - Sonodisc SLP22
·         Miriam Makeba & Bongi: 1975 - Sonodisc SLP48
·         Live in Paris: 1977 - CD6508
·         Country Girl: 1978 - Sonodisc ESP165518
·         Comme Une Symphonie d'Amour: 1979
·         Sangoma: 1988 - Warner Bros. 25673
·         Welela: 1989 - Gallo CDGSP3084
·         Eyes On Tomorrow: 1991 - Gallo CDGSP3086
·         Sing Me A Song: 1993 - CDS12702
·         Homeland, 2000 - Putumayo PUTU1642
·         The Definitive Collection, Wrasse Records - 2002
·         Best of The Early Years, Wrasse Records - 2002
·         Live at Berns Salonger, Stockholm, Sweden, 1966: 2003 - Gallo Music GWVCD-49
·         Reflecting, 2004 - Gallo Music GWVCD-51
·         Makeba Forever, 2006, Gallo Music CDGURB-082

Kompilasi
·         The Queen Of African Music - 17 Great Songs, 1987
·         Africa 1960-65 recordings, 1991
·         Eyes On Tomorrow, 1991
·         The Best Of Miriam Makeba & The Skylarks: 1956 - 1959 recordings, 1998
·         Mama Africa: The Very Best Of Miriam Makeba, 2000
·         The Guinea Years, 2001
·         The Definitive Collection, 2002
·         The Best Of The Early Years, 2003

Filmografi
·         Come Back, Africa (1959)
·         Amok (1982) .... Joséphine Sempala
·         Sarafina! (1992) .... Angelina
·         Have you seen Drum recently? (1998)

Selasa, 19 Februari 2013

Biografi Nicolaus Copernicus


Nicolaus Copernicus (1473-1543) (nama Polandianya: Mikolaj Kopernik), dilahirkan tahun 1473 di kota Torun di tepi sungai Vistula, Polandia. Dia berasal dari keluarga berada. Sebagai anak muda belia, Copernicus belajar di Universitas Cracow, selaku murid yang menaruh minat besar terhadap ihwal ilmu perbintangan. Pada usia dua puluhan dia pergi melawat ke Italia, belajar kedokteran dan hukum di Universitas Bologna dan Padua yang kemudian dapat gelar Doktor dalam hukum gerejani dari Universitas Ferrara.

Copernicus menghabiskan sebagian besar waktunya tatkala dewasa selaku staf pegawai Katedral di Frauenburg (istilah Polandia: Frombork), selaku ahli hukum gerejani yang sesungguhnya Copernicus tak pernah jadi astronom profesional, kerja besarnya yang membikin namanya melangit hanyalah berkat kerja sambilan.


Selama berada di Italia, Copernicus sudah berkenalan dengan ide-ide filosof Yunani Aristarchus dari Samos (abad ke-13 SM). Filosof ini berpendapat bahwa bumi dan planit-planit lain berputar mengitari matahari. Copernicus jadi yakin atas kebenaran hipotesa "heliocentris" ini, dan tatkala dia menginjak usia empat puluh tahun dia mulai mengedarkan buah tulisannya diantara teman-temannya dalam bentuk tulisan-tulisan ringkas, mengedepankan cikal bakal gagasannya sendiri tentang masalah itu.

Copernicus memerlukan waktu bertahun-tahun melakukan pengamatan, perhitungan cermat yang diperlukan untuk penyusunan buku besarnya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi Bulatan Benda-benda Langit), yang melukiskan teorinya secara terperinci dan mengedepankan pembuktian-pembuktiannya.

Di tahun 1533, tatkala usianya menginjak enam puluh tahun, Copernicus mengirim berkas catatan-catatan ceramahnya ke Roma. Di situ dia mengemukakan prinsip-prinsip pokok teorinya tanpa mengakibatkan ketidaksetujuan Paus. Baru tatkala umurnya sudah mendekati tujuh puluhan, Copernicus memutuskan penerbitan bukunya, dan baru tepat pada saat meninggalnya dia dikirimi buku cetakan pertamanya dari si penerbit. Ini tanggal 24 Mei 1543.

Dalam buku itu Copernicus dengan tepat mengatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lain semuanya berputar mengelilingi matahari. Tapi, seperti halnya para pendahulunya, dia membuat perhitungan yang serampangan mengenai skala peredaran planet mengelilingi matahari.
Juga, dia membuat kekeliruan besar karena dia yakin betul bahwa orbit mengandung lingkaran-lingkaran.

Jadi, bukan saja teori ini ruwet secara matematik, tapi juga tidak betul. Meski begitu, bukunya lekas mendapat perhatian besar. Para astronom lain pun tergugah, terutama astronom berkebangsaan Denmark, Tycho Brahe, yang melakukan pengamatan lebih teliti dan tepat terhadap gerakan-gerakan planet. Dari data-data hasil pengamatan inilah yang membikin Johannes Kepler akhirnya mampu merumuskan hukum-hukum gerak planet yang tepat.

24. NICOLAUS COPERNICUS (1473-1543)
Meski Aristarchus lebih dari tujuh belas abad lamanya sebelum Copernicus sudah mengemukakan persoalan-persoalan menyangkut hipotesa peredaran benda-benda langit, adalah layak menganggap Copernicuslah orang yang memperoleh penghargaan besar. Sebab, betapapun Aristarchus sudah mengedepankan pelbagai masalah yang mengandung inspirasi, namun dia tak pernah merumuskan teori yang cukup terperinci sehingga punya manfaat dari kacamata ilmiah.

Tatkala Copernicus menggarap perhitungan matematik hipotesa-hipotesa secara terperinci, dia berhasil mengubahnya menjadi teori ilmiah yang punya arti dan guna. Dapat digunakan untuk dugaan-dugaan, dapat dibuktikan dengan pengamatan astronomis, dapat bermanfaat di banding lain-lain teori yang terdahulu bahwa dunialah yang jadi sentral ruang angkasa.

Jelaslah dengan demikian, teori Copernicus telah merevolusionerkan konsep kita tentang angkasa luar dan sekaligus sudah merombak pandangan filosofis kita. Namun, dalam hal penilaian mengenai arti penting Copernicus, haruslah diingat bahwa astronomi tidaklah mempunyai jangkauan jauh dalam penggunaan praktis sehari-hari seperti halnya fisika kimia dan biologi. Sebab, hakekatnya orang bisa membikin peralatan televisi, mobil, atau pabrik kimia modern tanpa mesti secuwil pun menggunakan teori Copernicus. (Sebaliknya, orang tidak bakal bisa membikin benda-benda itu tanpa menggunakan buah pikiran Faraday, Maxwell, Lavosier atau Newton).

Tetapi, jika semata-mata kita mengarahkan perhatian hanya semata-mata kepada pengaruh langsung Copernicus di bidang teknologi, kita akan kehilangan arti penting Copernicus yang sesungguhnya. Buku Copernicus punya makna yang tampaknya tak memungkinkan baik Galileo maupun Kepler menyelesaikan kerja ilmiahnya.

Kesemua mereka adalah pendahulu-pendahulu yang penting dan menentukan bagi Newton, dan penemuan merekalah yang membikin kemungkinan bagi Newton merumuskan hukum-hukum gerak dan gaya beratnya. Secara historis, penerbitan De Revolutionobus Orbium Coelestium merupakan titik tolak astronomi modern. Lebih dari itu, merupakan titik tolak pengetahuan modern.

Web:
http://media.isnet.org/iptek/100/index.html

Referensi:
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978